Senin, 12 Oktober 2026, Bupati Purworejo Ibu Hj Yuli Hastuti, SH membuka kegiatan sosialisasi Pendidikan politik bagi murid SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejo, dengan sasaran kelas X, kegiatan ini berlangsung di aula C301 berlangsung dari pukul 09.30 sampai dengan pukul 12.00 WIB, kegiatan ini menjadi program dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Purworejo.
Bupati Purworejo memilih SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejosebagai tempat sosialisasi ini bukan semata melaksanakan program pemerintah Kabupaten Purworejo, tetapi beliau memiliki penilaian tersendiri terhadap SMK ini, beberapa tahun terakhir setiap ada kegiatan dari DPR Pusat pasti jatuhnya di SMK PN dan PN 2 Purworejo, sehingga beliau berharap kemitraan dengan SMK PN bisa dikuatkan Kembali.
Pesan moral dari Bupati Purworejo bahwa sosialisasi pendidikan politik ini untuk pelajar, harapannya para pelajar mampu memberi edukasi pada keluarga dari masing masing , agar dalam berpolitik harus bijak dan memiliki nilai edukasi yang dalam bagi masyarakat luas. Berpolitik tidak sebatas memilih calon pemimpin, apalagi di Kabupaten Purworejo tepatnya tahun 2027 bulan Februari akan dilaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak, maka dengan sosialisasi ini para pelajar mampu menentukan pilihan dengan menggunakan pikiran yang jernih dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas, hindari poitik uang,
Kegiatan sosialisasi ini sebagai narasumber adalah Ketua Forum Jurnalis Purworejo Ibu Sumarni Utamining, beliau menyampaikan materi bahwa usia 17 tahun telah memiliki hak suara, pilihan mereka menentukan masa depan Indonesia, suara pemilih itu tidak untuk dijual, tetapi suara pemilih itu harus diperjuangkan.
Narasumber kedua Bapak Danan Purnomo, SH, Msi Anggota Komisi 1 DPRD Purworejo, beliau menyampaikan bahwa menjadi pemilih cerdas dilakukan dengan cara memahami dan menganilisis Visi dan Misi Calon Pemimpin, yang kedua Anti – Hoaks : Pelajar dibekali kemampuan Literasi Digital agar tidak mudah terprovokasi ujaran kebencian menjelang pemilu, ketiga mencegah golput dilakukan dengan menyadarkan bahwa satu suara itu sangat berharga untuk perubahan, dalam materi terakhir beliau menyampaikan bahwa Pendidikan politik menyadarkan pelajar bahwa kalau “diam = memilih”. Golput = memberikan Keputusan kepada orang lain Nyoblos = anda mengambil alih Keputusan itu.
Terimakasih….
Jiwa SPIRITS, Puncak Prestasi….
PN Jaya…PN 2 Yes….