Cintaldo atau Pencinta Alam Indonesia adalah salah satu kegiatan yang hanya ada satu di Purworejo, yaitu di SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejo. Cintaldo adalah hasil pemikiran dan kepedulian pencinta alam terdahulu, yang ingin merasakan bagaimana indahnya kelestarian alam serta kenyamanan lingkungan yang sehat dan bersih. Karena tingginya rasa kepedulian itulah, SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejo menciptakan Cintaldo atau Pencinta Alam Indonesia yang diresmikan pada 30 April 1978 setelah melalui diskusi panjang. Karena ini adalah bagian dari kepedulian alam. Cintaldo diikutkan sebagai kegiatan wajib bagi setiap warga sekolah yang baru bergabung, agar di dalam dirinya tertanam jiwa pahlawan yang diwujudkan dengan mencintai alam hidup dan lingkungan nya. 

 

    Berbeda halnya dengan tahun-tahun sebelumnya, Cintaldo SMK PN- PN 2 Purworejo tahun 2026 dilaksanakan langsung 2 (dua) angkatan sekaligus, yaitu kelas X (sepuluh) dan kelas XI (sebelas). Berbagai persiapan tentu harus dilakukan dengan matang, mulai dari persiapan perbekalan peserta didik, hingga kepanitiaan dan perlengkapan. Survey lokasi mulai dilakukan sejak satu bulan sebelum pelaksanaan kegiatan Cintaldo pada 15-17 Januari 2026. Lokasi kegiatan Cintaldo berada di desa Puspo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo tepatnya di SD Negeri Puspo dan pihak panitia sudah bekerja sama dengan masyarakat setempat.

 

   Mulai tanggal 5 hingga 7 Januari, sudah dilaksanakan pendidikan karakter dengan mendatangkan pelatih dari Kodim 07/08 Purworejo yang khusus untuk melatih Ksatria-Ksatria PN agar bisa mempersiapkan fisik dan mentalnya sebelum menjalani pendidikan Cintaldo. Berbagai persiapan juga mulai diinformasikan dan disiapkan oleh peserta didik, mulai dari perbekalan sandang dan pangan hingga keperluan survival (bertahan hidup). Hingga tanggal 13 Januari, semua perlengkapan Cintaldo dan Peserta didik mulai diangkut menggunakan armada truk dari kampus sekolah menuju lokasi kegiatan agar bisa langsung dipersiapkan di lokasi.

 

    Sedari Selasa (13/1) hingga Rabu, Aktivis Senior dibantu Gundala atau Paguyuban Alumni dan Almamater SMK PN-PN 2 Purworejo mulai mempersiapkan tempat dan peralatan yang akan digunakan selama kegiatan. Akan ada Krida Mountaineering (Survival, Penanggulangan Bencana, Navigasi Darat dsb.) yang akan dipandu langsung oleh pelatih dari Kodim 07/08 Purworejo. Tidak lupa, berbagi wahana menyenangkan seperti turun tebing, mobud (mobil udara), meniti tali, catrow, PPGD (Pertolongan pertama gawat darurat) dan Outbound. Semua menggunakan alat pengaman sesuai standar keselamatan dan diawasi langsung oleh profesional. 

 

    Tiba pada hari H (15/1), semua anak diantar oleh orang tua/wali masing-masing dan berkumpul pada titik yang sudah disepakati yaitu Lapangan SMP N 22 Purworejo. Presensi dilakukan dan sebanyak 28 Garuda (Sangga/regu) diberangkatkan menuju lokasi kegiatan dengan berjalan kaki menyusuri jalan menikmati pemandangan alam sekitar hingga jarak ±6 kilometer tak terasa dilalui. Setelah tiba di lokasi kegiatan, presensi dilakukan kembali demi mengecek keselamatan peserta didik. Melepas penat, peserta didik bersiap melaksanakan upacara pembukaan Pendidikan dan Pelantikan Anggota Cintaldo Angkatan Ke-46 dan Ke-47 SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejo dan penyematan tanda peserta oleh Kepala SMK PN 2 Purworejo, Rakhmi Widayati, S.Sos., M.Pd. Pembukaan kegiatan Cintaldo Angkatan 46 dan 47 ditandai dengan pelepasan 4 Burung merpati sebagai wujud kecintaan anggota Cintaldo terhadap alam dan lingkungannya.

Setelah upacara selesai, peserta didik diberi pengarahan dan pembekalan awal tentang kegiatan yang akan dilaksanakan tiga hari ke depan. Setelah itu semua Peserta Cintaldo melaksanakan ishoma (istirahat, sholat, makan) dan bersiap untuk kegiatan yang menyenangkan. Kegiatan dimulai dengan pembagian kartu kendali kegiatan yang terdiri dari 9 pos dan beberapa penilaian (termasuk makanan dan ibadah) dan pembagian rute setiap Garuda (Sangga/Regu) untuk menuju ke pos mana terlebih dahulu. Semua kegiatan berjalan lancar dengan pengawasan dan pendampingan penuh selama kegiatan Pendidikan berlangsung, hingga hari pertama selesai. Istirahat untuk sholat Ashar dan pembuatan makanan secara mandiri oleh setiap Garuda. Hingga masuk waktu bersih diri dan persiapan sholat maghrib, isya dan dilanjutkan mujahadah bersama. Hingga waktu pukul 21.00 WIB, semua peserta diminta untuk istirahat panjang mempersiapkan hari esok. 

 

    Hari kedua, peserta didik dibangunkan tepat pukul 04.00 untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah dan kultum pagi. Dilanjutkan dengan SPI atau Selamat Pagi Indonesia dengan senam pagi dan pemanasan. Bersih diri dilakukan, dan persiapan untuk membuat sarapan pagi bagi setiap Garuda. Setelah sarapan, peserta menjalani apel pagi dan pembagian rute seperti hari pertama. Kegiatan dilanjutkan kembali hingga tengah hari masuk waktu sholat Jumat. Adzan berkumandang, peserta putra diarahkan  ke masjid untuk melaksanakan sholat jumat, dan setelah selesai peserta dipersilahkan untuk membuat makan siang. Setelah makan siang, peserta melanjutkan kegiatan yang belum selesai hingga istirahat seperti hari pertama. Malamnya setelah sholat isya’, peserta mendapat pengetahuan tentang potensi bencana alam di sekitar kita yang disampaikan langsung oleh pembina Kodim 07/08 Purworejo hingga tata cara menangani nya. Setelah itu Mimpi indah… 

 

    Bangun dari mimpi, peserta didik sudah di penghujung hari pada kegiatan Cintaldo. Peserta didik melaksanakan sholat subuh berjamaah, senam pagi, jalan sehat sebentar dan dilanjut sarapan pagi. Setelah itu, peserta didik diberi pengarahan, bahwa mereka akan melakukan hiking atau perjalanan di alam terbuka menikmati keindahan lingkungan sekitar dengan rute yang cukup jauh dan lumayan sulit. Seperti halnya lagu riang anak-anak, “buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya”, meski jalanan jauh dan sulit, karena dilewati bersama teman dan dengan hati yang gembira, setiap perjalanan sesulit apapun pasti akan terasa senang. Begitu juga semangat Ksatria Muda SMK PN-PN 2 peserta Cintaldo, berhasil melalui semua kegiatan dan selamat hingga akhir. 

    Penghujung kegiatan, peserta melewati arena Outbound di daerah persawahan penduduk dan masuk ke bibir sungai untuk membersihkan diri. Setelah bersih, peserta kembali ke area perkemahan (lapangan SD Puspo) disambut oleh Kepala Sekolah, Sesepuh Cintaldo dan Pelatih Kodim 07/08 Purworejo yang akan melantik secara resmi setiap peserta Cintaldo baik

Angkatan 46 maupun Angkatan 47 dengan siraman menggunakan air bersumber asli daerah setempat. Sebanyak kurang lebih 280 peserta dari SMK PN dan SMK PN 2 dilantik pada momen itu dan sebagai identitas resmi setiap peserta diberi atribut Cintaldo berupa Topi dan badge (tanda/lencana Cintaldo). Setelah semua dilantik, peserta diminta merapikan tempat tinggal sementara nya agar bisa ditinggalkan dalam keadaan sedia kala dengan bersih dan nyaman, sehingga baru bisa anggota Pencinta Alam Indonesia sesungguhnya yang mencintai dan menyayangi alam sekitarnya dengan menjaga kebersihan dan tidak merusaknya. Peserta juga dipersilakan mengemas barang bawaannya untuk dibawa pulang. Setelah area perkemahan bersih, peserta melaksanakan upacara penutupan dan pembekalan terakhir oleh Kepala SMK Pembaharuan Purworejo, ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik dari Angkatan 46 sebanyak 2 orang dan Angkatan 47 sebanyak 2 orang, Kepala Sekolah  berpesan agar setiap peserta yang baru saja dilantik untuk selalu menjaga lingkungan dan tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, rela berkorban untuk bangsa negara dan menjunjung tinggi nilai Persatuan dan Kesatuan sesuai amanat Ketua Cintaldo, Arie Edie Prasetyo, MBA.

Upacara dibubarkan, peserta dijemput wali masing-masing, peralatan dikemas kembali, Sayonara… 

 

Fakta menarik, Selama kegiatan Cintaldo berlangsung, penduduk setempat terlihat sangat antusias melihat kedatangan peserta dan kegiatan ini berlangsung. Kegiatan ini terlihat cukup baru di mata para penduduk setempat. Tidak sedikit penduduk yang juga mengizinkan peserta menggunakan MCK di rumahnya. Banyak juga peserta yang membantu meramaikan usaha kecil di sekitar area perkemahan. Wahana di area sawah penduduk juga, meski tidak bisa disebut membantu, tapi sedikit meringankan beban pembajakan tanah sawah. Anak-anak desa, utamanya anak sekolah dasar, juga ikut mencoba wahana yang ada pada kegiatan ini. Tidak hanya anak anak desa dan murid murid (peserta), ada juga guru baru yang bergabung dengan SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejo., yang ikut serta dalam kegiatan ini hingga mencoba wahana kegiatan dan sekaligus juga ikut di lantik sebagai angota baru Cintaldo SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejo, Yang terakhir, semoga kegiatan ini terus berlangsung sepanjang masa, dan membawa dampak positif bagi generasi muda dalam mencintai alam sekitarnya. 


Kegiatan CINTALDO ini memberikan banyak manfaat bagi peserta didik dan diharapkan kedepannya kegiatan ini terus berjalan menjadi agenda tahunan di SMK Pembaharuan Purworejo dan SMK PN 2 Purworejo.



PN JAYA ….

PN 2 YES ….

Hallogen ….

CINTALDO …

Luar Biasa ….